_____________________________________________________________

Home__Contact Us__Audio__Video



Selasa, 22 Juni 2010

Homosex bisa sembuh

Homosex

Bulan Mei 2010 penatua kami diundang melayani ke sebuah pulau yang cukup terkenal di Indonesia, ke sebuah gereja Kristen yang tidak terlalu besar. Pendetanya seorang lelaki, masih cukup muda, aku sebut saja dengan pak Tony (bukan nama sebenarnya). Beliau ramah sekali, namun ada sesuatu yang cukup aneh pada diri beliau, karena tingkah lakunya mirip seorang wanita. Ternyata beliau seorang Gay, yaitu secara fisik memang laki-laki, tetapi lebih tertarik (secara seksual) dengan laki-laki, termasuk kaum homoseks (pecinta sejenis).



Selesai ibadah, penatua kami menemui bapak pendeta, dan memberitahu bahwa di dalam diri gembala tersebut ada roh perempuan, dan terjadilah konseling, lebih kurang seperti ini:

“Maaf pak Tony, Roh Kudus memberitahu saya bahwa di dalam diri bapak ada roh perempuan. Bapak perlu dilepaskan, agar tidak menghambat pelayanan bapak” kata penatua kami.

“Inilah yang sudah lama saya tunggu-tunggu. Saya memang tidak memberitahukan kepada siapapun mengenai yang terjadi dalam diri saya. Selama ini sudah banyak hamba-hamba Tuhan datang kemari, yang lalu dari (kts) Malaysia, namun beliau tidak bilang apapun mengenai yang sebenarnya terjadi dalam diri saya. Puji Tuhan, Ibu dipakai Tuhan untuk memberitahu keadaan saya, dan saya merasa sangat bersyukur. Terimakasih Tuhan.”kata pak pendeta berkaca-kaca.

Lalu beliau berceritera,…

“Saya anak nomor tiga. Kakak saya dua-duanya laki-laki. Ketika saya dalam kandungan, orangtua saya begitu yakin dan berharap saya lahir perempuan. Maka sebelum saya lahir, ibu saya sudah menyiapkan baju-baju untuk bayi perempuan, untuk anak perempuan. Malahan beliau memilih yang berwarna pink untuk baju saya.”kata pak pendeta.

“Lalu lahirlah saya, bayi laki-laki.Dalam perkembangan selanjutnya saya bertumbuh menjadi remaja, namun saya samasekali tidak tertarik kepada lawan jenis (perempuan), namun hasrat saya justru pada kaum lelaki. Karena saya tidak mau berbuat dosa, maka saya memilih sekolah Alkitab, saya memilih menjadi pendeta. Setidaknya, kedudukan saya sebagai pendeta akan mencegah saya dari kecenderungan-kecenderungan yang buruk.

Entah darimana mereka tahu, suatu saat seseorang menelepon saya untuk mem-booking saya”.

“Apakah bapak mau?”

“Puji Tuhan, saya tidak mau, dan tidak pernah melakukannya”.

Roh Kudus memberitahu penatua kami bahwa memang pak Tony ini tidak pernah melakukan dosa selayaknya dilakukan kaum homoseks.

Pak Tony ini tinggal di gedung gereja yang sekaligus merupakan pastori, dengan penghuni sekitar 5 orang, semuanya laki-laki. Anehnya, beliau merasa sangat nyaman berada di antara teman2 pengerjanya itu. Walau secara fisik beliu adalah seorang pria, namun beliau senang sekali, dan merasa seperti seorang ibu bagi rekan-rekan pengerja beliau. Urusan dapur , yang masak beliau. Muji sempat menikmati masakan beliau, wah, enak sekali, bumbunya pas, apalagi sambalnya,…

“Saya sering merasa diri saya seperti seorang puteri dikelilingi pria-pria di sekitar saya. Namun kesadaran saya mengatakan bahwa yang saya alami ini tidak normal “lanjut pak pendeta.

Ibu penatua menjelaskan kronologis kejadian yang dialami seorang homoseks (gay). Bahwa karena orang tua pak Tony sangat berharap bayi ketiga mereka berjenis kelamin wanita, maka ketika pak Tony lahir, mereka sangat kecewa, barangkali juga shock. Biasanya mereka akan berkata: “Wah, laki-laki lagi,…”

Oleh keluhan itu maka roh bayi tersebut merasa tertolak, sehingga jiwanya “retak” , maka terbukalah celah untuk iblis memasukkan roh (yang memberi sifat) perempuan pada jabang bayi tersebut. Dalam perkembangan selanjutnya, “roh pendatang” itu mengambil alih kendali jiwa dari anak tersebut, sehingga membentuk karakter seorang perempuan.

Setelah konseling dianggap cukup, dan pak Tony dengan penuh kesadaran membuka hati untuk dilepaskan dari roh-roh yang menyebabkan beliau menjadi seorang gay (homoseks), maka dimulailah pelayanan pelepasan.

Diusir keluarlah roh tertolak, roh sakit hati, roh kemayu, lalu roh perempuan. Pak Tony muntah-muntah, roh-roh itu keluar.

Selesai pelepasan, pak Tony berkata: “Ibu, sekarang saya merasa berbeda. Tiba-tiba saya merindukan pernikahan dengan seorang wanita, seorang yang menjadi tulang rusuk saya”.

Teman-teman pengerja melihat perubahan yang terjadi pada pak Tony, ada yang nyeletuk:”Wah, sekarang pak Tony sudah berjalan dengan gagah”.

Asalkan mempercayai karya Roh Kudus, dan membuka hati untuk dilepaskan dari roh-roh najis, maka seorang homoseks, baik Gay maupun Lesbian, masih mempunyai harapan untuk menjadi seorang yang normal.

“Apabila seorang laki-laki atau perempuan dirasuk arwah atau roh peramal, pastilah mereka dihukum mati, yakni mereka harus dilontari dengan batu dan darah mereka tertimpa kepada mereka sendiri.” (Imamat 20:27)

Puji Tuhan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar