_____________________________________________________________

Home__Contact Us__Audio__Video



Kamis, 10 Juni 2010

Mengapa saya ingin menangis?

Waktu itu Rina, seorang anak rohani, tergerak mencari saya minta didoakan. Nomor telpon rumah ku sudah lama saya non-aktifkan, padahal nomor hp-ku dia nggak punya, maka ia datang ke rumah saya dengan seorang teman prianya.

Kami share, ia mengungkapkan masalah-masalahnya, dari hal biaya kuliah, dan juga penyakit ginjal yang dideritanya cukup lama.

“Pak, saya punya masalah dengan ginjal saya. Kata dokter, ini seperti gejala batu ginjal. Saya minta didoakan ” kata Rina.

“Oh, dulu saya juga pernah mengalami batu ginjal, lalu saya beli obat di toko Anu,…” jawab saya mencoba mengelak.

Memang sekitar sepuluh tahun yang lampau, jauh sebelum saya terjun dalam pelayanan Roh, saya pernah mengalami sakit batu ginjal. Pinggangku sakit sekali dan bisa semalaman gak tidur menahan sakit. Saya pergi ke toko obat dan membeli dua macam obat, saya lupa namanya. Saya minum obat itu, dan walau agak lama tetapi sembuh juga. Dengan jawaban itu saya sekaligus mau menguji Rina apakah dia serius minta didoakan.

“Pak, saya minta didoakan saja.” tandas Rina.

Saya tersenyum. Sekarang tahulah saya bahwa Tuhan Yesus memang mengirimkan “domba”-Nya ini untuk saya layani. Saya ke belakang sebentar untuk meminta ampun kepada Tuhan karena sudah berusaha mengelak dari tugasku, dan sekaligus bersyukur untuk iman Rina.

Lalu saya kembali ke ruang tamu dan berkata:

“Rin, soal mendoakan itu sih gampang. Tetapi yang sekarang lebih penting adalah bahwa kamu perlu mendengar dahulu kebenaran Firman Tuhan, agar kamu tumbuh iman, dan sesudah itu saya akan berdoa buat Rina.”

Lalu saya bercerita panjang lebar kepada gadis ini, yang pada intinya: Tuhan Yesus sudah mati di kayu salib kira-kira 2000 tahun yang lalu untuk menanggung sakit penyakit kita, sehingga kita sebenarnya sudah tidak perlu lagi mengalami sakit penyakit. Hanya saja, penebusan Yesus atas sakit penyakit HANYA berlaku jika: pertama, kita percaya bahwa Yesus sudah menanggung semua sakit penyakit kita oleh bilur-bilur-Nya, dan kedua, kita mau taat kepada perintah Tuhan, kepada kebenaran Firman Tuhan.

“Nah Rina, apakah kamu sekarang percaya bahwa Tuhan Yesus – waktu 2000 tahun yang lalu menderita dengan disiksa, dicambuki sehingga tubuh-Nya penuh luka dan menderita kesakitan – adalah untuk menanggung sakit penyakitmu?” kataku.

“Ya pak, saya percaya,… Yesus 2000 tahun yang lalu sudah menderita kesakitan dan dianiaya untuk menanggung semua sakit penyakitku” jawab Rina.

“Apakah kamu percaya bahwa 2000 tahun yang lalu Yesus telah mati disalib untuk menebus dosa-dosamu?” lanjut saya.

“Ya pak, saya percaya, bahwa Tuhan Yesus 2000 tahun yang lalu sudah mati di kayu salib untuk menebus dosa-dosaku”. jawab Rina.

“Nah, sekarang kamu khan sudah tahu bahwa kita harus taat Firman Tuhan agar Tuhan Yesus mau menyembuhkan sakitmu. Kamu berdoa sendiri, bicara kepada Tuhan Yesus bahwa kamu mengampuni orang-orang yang pernah menyakiti hatimu. Sesudah itu, kamu meminta ampun kepada Bapa Surgawi dalam nama Tuhan Yesus.” pesan saya.

Rina menurut sekali. Dia berdoa pribadi kepada Tuhan; ia melepaskan pengampunan kepada semua orang yang pernah menyakiti hatinya. Saya mendukungnya dan saya meminta Roh Kudus memampukan Rina dapat melepaskan pengampunan dengan tulus ikhlas.

“Yuk, sekarang ikuti saya berdoa: Tuhan Yesus, aku percaya kepada-Mu sebagai Tuhanku dan Juruselamatku. Sekarang masuklah dalam hatiku, tinggallah di dalam hatiku selama-lamanya, jadilah Engkau Tuhan dan Juruselamatku. Amin.” Saya menuntun Rina mengucapkan doa itu.

Saya menumpangkan telapak tangan saya ke ubun-ubunnya dan berdoa:

“Bapa Surgawi, hamba telah menyaksikan sendiri bahwa Rina, anak-Mu, sudah percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya. Dan ia sudah belajar taat kepada firman-Mu untuk melepaskan pengampunan dengan tulus kepada semua orang yang pernah menyakiti dia, dan dia sudah meminta ampun kepada-Mu demi nama Yesus Kristus. Hamba-Mu percaya, bahwa saat ini Rina sudah berhak menerima penebusan Yesus Kristus, baik pengampunan dosanya maupun dari sakit penyakitnya. Dan sekarang, dengan otoritas yang saya terima dari Tuhan Yesus, demi nama Yesus, jadilah engkau -Rina- sembuh dari semua gangguan di ginjalmu. Haleluya, Amin !”

Saya tidak mendramatisir do’a-do’a, saya tidak bersikap memelas agar Tuhan berbelas kasihan kepada kami. Saya hanya berdoa dengan kesungguhan hati. Namun saya melihat air mata meleleh di pipi Rina. Urapan Allah telah bekerja menjamah Rina selagi kami berdoa

Ketika selesai berdoa, Rina berkata:

“Pak, kenapa yah? tadi koq saya ingin menangis waktu kita berdoa” katanya ketika menjelang pulang.

“Rin, itu namanya urapan Roh Kudus menjamah kamu, kuasa-Nya sedang bekerja padamu. Kamu sudah percaya kepada Tuhan Yesus sebagai penebus dan juruselamatmu, dan kamu sudah belajar taat Firman, makanya Tuhan dengan senang hati menjamah kamu. Lihat saja tentu ada perubahan terjadi pada dirimu” jawab saya.

“Pak, heran ya? Koq sekarang pinggangku sudah nggak sakit lagi. Cepet banget ya?” kata Rina.

“Ya, terima saja kesembuhan ini dengan iman. Ini bukan sugesti, tetapi fakta. Lihat saja besok pagi dan seterusnya.”

Benar saja, keesokan harinya Rina kirim sms ke saya, dia berterima kasih karena benar-benar sudah disembuhkan Tuhan Yesus. HALELUYA !!

Sahabat,

Anda saya persilahkan mengikuti langkah-langkah kami untuk memulai hidup sehat hanya dengan iman dan ketaatan kepada Firman Tuhan. Kami menunggu bagaimana Tuhan Yesus membawa Anda memasuki dimensi yang baru menjadi anak Allah yang benar-benar mengalami penebusan Tuhan Yesus, pertama-tama: sehat dengan iman (ini sebagai latihan dan bukti konkret bahwa Yesus telah menanggung sakit penyakit Anda) dan menjadi bukti bahwa Yesus benar-benar sudah mengampuni dosa Anda.

Jika semisal Anda dilatih Tuhan dengan penyakit ringan seperti: batuk dan flu, cobalah Anda ikuti langkah-langkah di Blog ini, dan dapatkan kesembuhan tanpa obat. Percaya saja.

Tuhan Yesus memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar