_____________________________________________________________

Home__Contact Us__Audio__Video



Tampilkan postingan dengan label kesaksian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesaksian. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 Juni 2010

Lesbian bisa disembuhkan

Pasangan Lesbian

Pasangan Lesbian, diperankan oleh MODEL.

Lesbian ialah seseorang yang secara tubuh fisik adalah perempuan tetapi secara sifat, tabiat,
pembawaan dan keinginan adalah menyerupai laki-laki. Oleh sebab itu seorang lesbian cenderung tertarik secara seksual dengan sesama perempuan dan tidak tertarik dengan laki-laki. Kasus lesbian cukup banyak kita jumpai, saya tidak tahu secara tepatnya berapa persen dijumpai kasus seperti ini.

Alkitab sedikit menyinggung soal lesbian. Saya temukan di surat Roma 1:26,27 berikut:

Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan, sebab isteri-isteri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tak wajar. Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka.

Pada ayat 26 tertulis

sebab isteri-isteri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tak wajar.” Dan pada ayat 27 dijelaskan adanya suami-suami yang melakukan aktifitas seksual yang tidak wajar sebagai hubungan seks sejenis, antara laki-laki dengan laki-laki sehingga cukup jelas bahwa yang dimaksud dengan persetubuhan yang tak wajar di ayat 26 adalah tentang lesbian.

Alkitab dengan tegas mengajarkan bahwa lesbian merupakan kasus penyimpangan, dan karena itu aktifitas seks secara lesbian dapatlah dikategorikan sebagai tindakan yang menyimpang dari kebenaran Firman Allah, yaitu: dosa!

Sungguh ironis memprihatinkan jika ada gereja yang melakukan pemberkatan pernikahan pada pasangan kaum Lesbian.

Pemberkatan pernikahan pasangan Lesbian
Pemberkatan pernikahan pasangan Lesbian, diperankan oleh MODEL

Pada umumnya karakteristik lesbian diperoleh seseorang sebagai bawaan semenjak ia dilahirkan. Lantas seiring dengan perkembangan fisik, maka ketika mencapai tingkat usia tertentu karakter lesbian mulai nampak secara jelas. Orang itu sendirilah yang lebih memahami dan merasakan perbedaan dia dengan wanita-wanita pada umumnya. Ketika seseorang mulai memasuki akil baliq, masa remaja, ditandai dengan munculnya rasa ketertarikan; untuk ukuran yang normal, laki-laki tertarik dengan perempuan dan sebaliknya, namun dalam kasus lesbian, munculnya rasa tertarik secara seksual dengan sesama perempuan. Nah, kalau kehidupan secara lesbian dipandang dosa menurut Firman Tuhan, apakah itu berarti seorang lesbian terlahir sebagai pembuat dosa? Lantas, siapa yang salah? ….

Contoh kasus lesbian:

Ibu Dorcas Daud belum lama ini bersaksi, suatu ketika ada seorang gadis tom boy bersama ibunya, saya sebuat saja namanya, Arum. Sang ibu mengeluhkan puterinya yang perilakunya lebih mirip laki-laki dari pada wanita. Kalau disuruh berpakaian wanita, memakai rok, anak itu malas sekali. Tetapi kalau naik genteng, bermain layang-layang, dia jagonya. Kalau hendak ke sekolah, dengan sangat terpaksa dia memakai seragam pelajar puteri, memakai rok, dan sebagainya. Namun begitu pelajaran selesai, dia berganti pakaian, mengenakan celana panjang. Gadis ini paling malas kalau disuruh pakai make-up, bedak, lipstick dan lain sebagainya. Pokoknya perlengkapan wanita dia tidak suka.

Ibu Dorcas menjelaskan duduk perkaranya, mengapa anak gadis tersebut bersifat ke lelaki an. Ternyata benar, pada waktu anak tersebut berada dalam kandungan, kedua orang tuanya sangat mendambakan anak laki-laki. Maka ketika ternyata lahir bayi perempuan, mereka sangat kecewa. Kekecewaan orang tuanya dirasakan oleh roh bayi tersebut, sehingga jiwanya terluka, dia merasa tertolak, jiwanya mengalami keretakan. Dan jiwa yang luka menimbulkan celah yang terbuka, sehingga masuklah roh laki-laki pada bayi yang baru lahir tersebut.

"Sudah, sekarang bapak dan ibu harus meminta maaf pada Arum, anak perempuan mereka, dan minta ampun juga kepada Tuhan oleh sebab kecewa dengan pemberian Tuhan" kata ibu Dorcas. Lalu kedua orang tua Arum meminta maaf kepada anak gadis mereka.

Kemudian Ibu Dorcas menengking (mengusir) roh tertolak, roh kecewa, dan roh laki-laki dari diri Arum, dan anak gadis tersebut dilepaskan dari roh-roh yang membuatnya berkarakter laki-laki.

Sekian bulan setelah itu, Ibu Dorcas bertemu dengan Arum, dan sungguh luarbiasa, Arum mengalami perubahan drastis. Dia sudah senang dandan (make up), pakai bedak, pakai lipstick, dan merasa nyaman memakai pakaian wanita.

Contoh kedua:

Seseorang pernah menuturkan demikian: Ada seorang wanita lesbian didoakan, dan ketika ditumpangi tangan, ia tumbang dalam urapan. Kemudian lesbian itu bermanifestasi, dia berbicara secara lelaki berbicara. Dan ketika ditanyai, ia mengaku bahwa dulunya ia adalah seorang laki-laki yang meninggal karena kecelakaan, kemudian rohnya ditangkap oleh hamba iblis.

Kemudian suatu hari ia dimasukkan ke seorang bayi berjenis kelamin wanita yang baru saja dilahirkan. Ia tinggal di tubuh bayi itu. Berikutnya pendoa memberitakan injil agar ia percaya kepada Yesus Kristus dan supaya ia meninggalkan wanita itu dan dibawa malaikat Tuhan ke pangkuan Yesus. Roh laki-laki itu menurut, ia keluar dari jiwa perempuan lesbian itu dan dibawa malaikat Tuhan. Kemudian wanita itu tersadar, ia bangkit, dan ajaibnya, ia mulai saat itu sudah sepenuhnya berkarakter wanita.

Sahabat surgawi, ijinkan saya melakukan analisis sederhana sebagai berikut:

Seorang manusia normal memiliki satu tubuh jasmani, satu jiwa dan satu roh manusia (1 Tes. 5:23). Namun seorang lesbian memiliki dua roh manusia,….. Salah satu contoh kasusnya sebagai
berikut:

Dalam sebuah keluarga, anak pertama perempuan, anak kedua juga perempuan, maka biasanya mereka mengaharapkan anak laki-laki sebagai anak yang ketiga. Nah, ketika anak yang ketiga dalam kandungan, kemudian tiba saatnya untuk melahirkan, maka lahirlah si jabang bayi, biasanya yang pertama kali diamati oleh orang tua ialah jenis kelaminnya. Ketika seorang ayah –
dalam kasus ini - melihat bahwa bayi yang dilahirkan isterinya ternyata bayi perempuan, maka ia kecewa. Mungkin ia mengeluarkan rasa kecewanya dengan bertutur: “ Wah, lha koq cewek lagi?? “

Oleh ungkapan kekecewaan itu, maka roh asli dari si jabang bayi sangat terpukul dan merasa tertolak, maka jiwanya mengalami keretakan,… Ketika jiwa si bayi retak inilah, maka seorang hamba iblis memasukkan roh manusia dari laki-laki yang telah meninggal, maka si jabang bayi sekarang memiliki dua roh manusia: roh perempuan (asli) dan roh laki-laki (dari orang yang sudah meninggal).

Secara umur, maka roh laki-laki – dalam kasus ini – lebih tua dari roh perempuan, maka yang dominan adalah roh laki-laki. Inilah yang kemudian memunculkan karakter laki-laki dalam diri seorang wanita lesbian.

Bagaimana Lesbian bisa sembuh?

Kedokteran mungkin menganggap kasus lesbian sebagai kelainan genetika, menonjolnya hormon-hormon laki-laki pada seorang lesbian yang mempengaruhi karakternya. Namun dengan pemahaman secara roh sebenarnya akan lebih sederhana, yaitu ketersediaan hormon laki-laki pada seorang lesbian dipengaruhi oleh roh laki-laki, sebagaimana sudah saya jelaskan. Tetapi bagi mereka mungkin ulasan seperti ini dianggap menggelikan, namun bagi saya, fakta berbicara lebih kuat !!

Satu-satunya solusi yang bisa diharapkan untuk kasus lesbian adalah: mengandalkan kuasa Roh Kudus atau kuasa penebusan Yesus Kristus. Namun Roh Kudus bukanlah roh murahan. Roh Kudus bekerja hanya pada orang yang memiliki iman kepada penebusan Yesus Kristus, sesuai dengan ketetapan Allah Bapa. Dan sungguh berbeda dengan kuasa dukun-dukun yang mengandalkan kuasa kegelapan lewat mantera-mantera pemanggil roh jahat, dengan cara itu pasien sama sekali tidak harus percaya Tuhan, yang penting percaya kepada dukun paranormal, dan inilah bedanya kesembuhan oleh Roh Kudus versus kesembuhan dengan kuasa roh dukun.

Untuk melayani seorang Lesbian, pertama-tama seorang pendoa harus memiliki pengertian yang benar soal roh: harus memahami dan meyakini bahwa bukan semua roh adalah setan dan roh jahat, namun ada : roh jahat (setan) dan roh orang mati (arwah). Jika seorang pendoa masih berfikir bahwa semua roh adalah setan, maka ia tidak siap untuk melayani seorang pasien lesbian. Setan memang harus diusir, sebab Firman Tuhan memang berbicara begitu, tetapi arwah harus ditolong, kalau dia mau, kalau tidak mau ya harus diusir juga. Kasus lesbian adalah soal kerasukan arwah. Ini ayatnya:

Imamat 20:27

Apabila seorang laki-laki atau perempuan dirasuk arwah atau roh peramal, pastilah mereka dihukum mati, yakni mereka harus dilontari dengan batu dan darah mereka tertimpa kepada mereka sendiri.”

Yang kedua, seorang lesbian harus mau disadarkan, bahwa kehidupan lesbian tidak wajar, dan dianggap sebagai dosa, sehingga ia mau merendahkan dirinya di hadapan Tuhan, rindu untuk dilepaskan dari roh lesbian. Disamping itu, ia harus percaya dan menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat pribadi, sebagai penebus dosa, pelepas dosa, penanggung kutuk, karena sebagaimana disebutkan dalam Imamat 20:27 di atas, seseorang yang dirasuk arwah (termasuk lesbian) adalah terkutuk di hadapan Tuhan.

Langkah ketiga adalah mendoakan lesbian, melepaskannya dari roh lesbian, dalam nama Yesus, dan dimana ada iman kepada Yesus Kristus maka Kuasa Allah akan bekerja. Contoh yang pertama di atas sudah membuktikan bahwa seorang Arum, yang tadinya berkarakter laki-laki, begitu dilayani pelepasan dengan cara yang benar, maka dia sungguh-sungguh pulih dan kembali ke kodratnya sebagai perempuan, dengan karakter wanita.

Tuhan Yesus memberkati

Minggu, 13 Juni 2010

Urapan Baru Menyegarkan Jiwaku

Salam sejahtera,


Pagi ini Roh Kudus membangunkan aku pukul 5 an pagi, dan di dalam hatiku ada nyanyian yang terus berkumandang, kts Yesus Domba Allah, yang begini syairnya (Nada dasar do=G):


ENGKAULAH KEKUATANKU

ENGKAULAH KEMULIAANKU

ENGKAULAH SGALANYA


ENGKAU PERMATA YANG INDAH

YANG TAK PERNAH KULEPASKAN

ENGKAULAH SGALANYA


REFF:

YESUS DOMBA ALLAH

MULIA NAMA-MU

YESUS DOMBA ALLAH

MULIA NAMA-MU


KAU HAPUS SGALA DOSAKU

SGALA CELA DAN MALU-KU

ENGKAULAH SGALANYA


SAAT JATUH KAU ANGKAT KU

SAAT HAUS KAU PNUHI KU

ENGKAULAH SGALANYA


Kembali ke Reff

Selekasnya aku bangun, ambil gitar, dan cocok sekali bahwa lagu yang berdengung di hatiku memang tepat pada nada dasar G. (Yang bernyanyi di hati adalah Roh Kudus).


Aku nyanyikan lagu ini diiringi gitar, pelan tapi sepenuh hati. Seketika kurasakan urapan Allah mengalir, dan airmataku mengalir dengan lembut, meluncur ke pipi,…


Beberapa lagu aku nyanyikan, sampai kurasakan urapan berhenti. Tahulah aku, bahwa Roh Kudus memberi isyarat kepadaku untuk membaca kitab luarbiasa, Alkitab.


Roh Kudus menuntunku membuka Matius pasal 6, aku baca kk 1 pasal itu, lalu disambung dengan Kejadian pasal 1 ayat 1 dan 2.


Sebelum dunia dijadikan, dunia itu belum ada, masih kosong, nihil.


Lalu Allah menciptakan bumi, sehingga bumi dan langit adalah milik Allah, kepunyaan Allah. Bumi dengan segala kekayaannya adalah milik Allah, dan Dia-lah yang berhak mengatur bumi dengan segala isinya.


Nyambung ke Matius 6 ayat 33


“Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka (berkat-berkat materi dll) akan ditambahkan-Nya kepadamu.”


Banyak orang telah mengejar berkat, mengejar berkat dan mengejar berkat, dan tidak sedikit orang yang GAGAL, sehingga tidak berhasil memperoleh berkat. Perilaku mengejar berkat sebenarnya kurang tepat, dan tidak sesuai dengan Matius 6:33.


Yang dikehendaki Allah adalah: agar manusia mencari Dia, mencari Wajah-Nya, mendapatlan hati-Nya, mengejar Kebenaran-Nya. Ketika seseorang mendambakan Allah, dengan merendahkan diri di hadapan-Nya, dengan rasa haus dan lapar akan Allah, ketika seorang manusia “dengan cara apapun juga” bertekad mencari Allah, maka pada waktu-Nya Allah akan menyatakan diri kepada orang yang merindukan Dia itu, dan berfirman: “Ini AKU !! “


Jika engkau melakukan ini, maka engkau akan dipeluk-Nya, dan jangan heran jika engkau tiba-tiba merasakan suatu dorongan untuk menangis terhisak-hisak di hadapan-Nya. Itulah Dia,…


Allah membiarkan Diri-Nya dimiliki oleh setiap insan yang merindukan Dia. Hanya,… hiduplah dalam kekudusan, hiduplah dalam koridor Firman-Nya, hiduplah dalam ketaatan kepada Firman, maka engkau akan dianggap-Nya berharga, engkau akan ditaruh diatas telapak tangan-Nya, engkau akan diperhatikan-Nya, engkau akan dikasihi-Nya, engkau akan dihargai-Nya seperti permata mahal,…


Aku berhenti membaca alkitab, dan Roh Kudus mengajakku menyanyikan lagu “Bagi Dia Segala Pujian” , masih dengan nada dasar G. Sebenarnya aku tidak begitu hafal dengan syairnya, namun Roh Kudus mendorongku untuk menyanyikannya dengan syair begini:


DIA YESUS TLAH MATI BAGIKU

DIA YESUS SLAMATKAN JIWAKU

BAGI DIA, PUJIANKU

TAK DAPAT KU BALAS KASIH-Nya


DIA ANGKAT KU JADI ANAK-NYA

BRI DAMAI DI DALAM HIDUPKU

BAGI DIA, SEMBAHKU

HANYA DIA PUJAAN HATIKU


Reff:

BAGI DIA SEGALA PUJIAN

HORMAT SERTA SYUKUR

KEKAL SELAMANYA


BAGI DIA SEGALA PUJIAN

HORMAT SERTA SYUKUR

SLAMA-LAMANYA


Roh Kudus menuntunku mengulang-ulang lagu itu, dan kembali kurasakan urapan memasuki diriku. Kembali airmataku meleleh. Lalu aku sadari bahwa Yesus berada di depanku, dan aku mengubah syair Reff menjadi begini:


BAGI DIKAU

SEGALA PUJIAN

HORMAT SERTA SYUKUR

KEKAL SELAMANYA


BAGI DIKAU

SEGALA PUJIAN

HORMAT SERTA SYUKUR

SLAMA-LAMANYA


Jadi kata “DIA” aku ganti dengan “DIKAU” lantaran aku sudah merasakan kehadiran Yesus. Urapan yang berlipat kuatnya memasuki aku, semakin terhisak aku. Aku sangat menikmati urapan yang dahsyat ini. Lalu aku tergerak berdoa syafaat: untuk beberapa orang, untuk beberapa gereja, dan TUHAN terus mengurapi aku, mungkin sekitar 15 menit.

…….

Hari ini aku berangkat kerja, dan jiwaku begitu fresh, begitu segar. Aku melihat banyak orang sebagai yang perlu menerima pertolongan Tuhan. Aku melihat banyak orang dengan kasih kristus. Sungguh, urapan baru pagi ini telah menyegarkan jiwaku.


Magelang, 14 Juni 2010

Kamis, 10 Juni 2010

Mengapa saya ingin menangis?

Waktu itu Rina, seorang anak rohani, tergerak mencari saya minta didoakan. Nomor telpon rumah ku sudah lama saya non-aktifkan, padahal nomor hp-ku dia nggak punya, maka ia datang ke rumah saya dengan seorang teman prianya.

Kami share, ia mengungkapkan masalah-masalahnya, dari hal biaya kuliah, dan juga penyakit ginjal yang dideritanya cukup lama.

“Pak, saya punya masalah dengan ginjal saya. Kata dokter, ini seperti gejala batu ginjal. Saya minta didoakan ” kata Rina.

“Oh, dulu saya juga pernah mengalami batu ginjal, lalu saya beli obat di toko Anu,…” jawab saya mencoba mengelak.

Memang sekitar sepuluh tahun yang lampau, jauh sebelum saya terjun dalam pelayanan Roh, saya pernah mengalami sakit batu ginjal. Pinggangku sakit sekali dan bisa semalaman gak tidur menahan sakit. Saya pergi ke toko obat dan membeli dua macam obat, saya lupa namanya. Saya minum obat itu, dan walau agak lama tetapi sembuh juga. Dengan jawaban itu saya sekaligus mau menguji Rina apakah dia serius minta didoakan.

“Pak, saya minta didoakan saja.” tandas Rina.

Saya tersenyum. Sekarang tahulah saya bahwa Tuhan Yesus memang mengirimkan “domba”-Nya ini untuk saya layani. Saya ke belakang sebentar untuk meminta ampun kepada Tuhan karena sudah berusaha mengelak dari tugasku, dan sekaligus bersyukur untuk iman Rina.

Lalu saya kembali ke ruang tamu dan berkata:

“Rin, soal mendoakan itu sih gampang. Tetapi yang sekarang lebih penting adalah bahwa kamu perlu mendengar dahulu kebenaran Firman Tuhan, agar kamu tumbuh iman, dan sesudah itu saya akan berdoa buat Rina.”

Lalu saya bercerita panjang lebar kepada gadis ini, yang pada intinya: Tuhan Yesus sudah mati di kayu salib kira-kira 2000 tahun yang lalu untuk menanggung sakit penyakit kita, sehingga kita sebenarnya sudah tidak perlu lagi mengalami sakit penyakit. Hanya saja, penebusan Yesus atas sakit penyakit HANYA berlaku jika: pertama, kita percaya bahwa Yesus sudah menanggung semua sakit penyakit kita oleh bilur-bilur-Nya, dan kedua, kita mau taat kepada perintah Tuhan, kepada kebenaran Firman Tuhan.

“Nah Rina, apakah kamu sekarang percaya bahwa Tuhan Yesus – waktu 2000 tahun yang lalu menderita dengan disiksa, dicambuki sehingga tubuh-Nya penuh luka dan menderita kesakitan – adalah untuk menanggung sakit penyakitmu?” kataku.

“Ya pak, saya percaya,… Yesus 2000 tahun yang lalu sudah menderita kesakitan dan dianiaya untuk menanggung semua sakit penyakitku” jawab Rina.

“Apakah kamu percaya bahwa 2000 tahun yang lalu Yesus telah mati disalib untuk menebus dosa-dosamu?” lanjut saya.

“Ya pak, saya percaya, bahwa Tuhan Yesus 2000 tahun yang lalu sudah mati di kayu salib untuk menebus dosa-dosaku”. jawab Rina.

“Nah, sekarang kamu khan sudah tahu bahwa kita harus taat Firman Tuhan agar Tuhan Yesus mau menyembuhkan sakitmu. Kamu berdoa sendiri, bicara kepada Tuhan Yesus bahwa kamu mengampuni orang-orang yang pernah menyakiti hatimu. Sesudah itu, kamu meminta ampun kepada Bapa Surgawi dalam nama Tuhan Yesus.” pesan saya.

Rina menurut sekali. Dia berdoa pribadi kepada Tuhan; ia melepaskan pengampunan kepada semua orang yang pernah menyakiti hatinya. Saya mendukungnya dan saya meminta Roh Kudus memampukan Rina dapat melepaskan pengampunan dengan tulus ikhlas.

“Yuk, sekarang ikuti saya berdoa: Tuhan Yesus, aku percaya kepada-Mu sebagai Tuhanku dan Juruselamatku. Sekarang masuklah dalam hatiku, tinggallah di dalam hatiku selama-lamanya, jadilah Engkau Tuhan dan Juruselamatku. Amin.” Saya menuntun Rina mengucapkan doa itu.

Saya menumpangkan telapak tangan saya ke ubun-ubunnya dan berdoa:

“Bapa Surgawi, hamba telah menyaksikan sendiri bahwa Rina, anak-Mu, sudah percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya. Dan ia sudah belajar taat kepada firman-Mu untuk melepaskan pengampunan dengan tulus kepada semua orang yang pernah menyakiti dia, dan dia sudah meminta ampun kepada-Mu demi nama Yesus Kristus. Hamba-Mu percaya, bahwa saat ini Rina sudah berhak menerima penebusan Yesus Kristus, baik pengampunan dosanya maupun dari sakit penyakitnya. Dan sekarang, dengan otoritas yang saya terima dari Tuhan Yesus, demi nama Yesus, jadilah engkau -Rina- sembuh dari semua gangguan di ginjalmu. Haleluya, Amin !”

Saya tidak mendramatisir do’a-do’a, saya tidak bersikap memelas agar Tuhan berbelas kasihan kepada kami. Saya hanya berdoa dengan kesungguhan hati. Namun saya melihat air mata meleleh di pipi Rina. Urapan Allah telah bekerja menjamah Rina selagi kami berdoa

Ketika selesai berdoa, Rina berkata:

“Pak, kenapa yah? tadi koq saya ingin menangis waktu kita berdoa” katanya ketika menjelang pulang.

“Rin, itu namanya urapan Roh Kudus menjamah kamu, kuasa-Nya sedang bekerja padamu. Kamu sudah percaya kepada Tuhan Yesus sebagai penebus dan juruselamatmu, dan kamu sudah belajar taat Firman, makanya Tuhan dengan senang hati menjamah kamu. Lihat saja tentu ada perubahan terjadi pada dirimu” jawab saya.

“Pak, heran ya? Koq sekarang pinggangku sudah nggak sakit lagi. Cepet banget ya?” kata Rina.

“Ya, terima saja kesembuhan ini dengan iman. Ini bukan sugesti, tetapi fakta. Lihat saja besok pagi dan seterusnya.”

Benar saja, keesokan harinya Rina kirim sms ke saya, dia berterima kasih karena benar-benar sudah disembuhkan Tuhan Yesus. HALELUYA !!

Sahabat,

Anda saya persilahkan mengikuti langkah-langkah kami untuk memulai hidup sehat hanya dengan iman dan ketaatan kepada Firman Tuhan. Kami menunggu bagaimana Tuhan Yesus membawa Anda memasuki dimensi yang baru menjadi anak Allah yang benar-benar mengalami penebusan Tuhan Yesus, pertama-tama: sehat dengan iman (ini sebagai latihan dan bukti konkret bahwa Yesus telah menanggung sakit penyakit Anda) dan menjadi bukti bahwa Yesus benar-benar sudah mengampuni dosa Anda.

Jika semisal Anda dilatih Tuhan dengan penyakit ringan seperti: batuk dan flu, cobalah Anda ikuti langkah-langkah di Blog ini, dan dapatkan kesembuhan tanpa obat. Percaya saja.

Tuhan Yesus memberkati.

Memberitakan Injil kepada Pelacur

Salam sejahtera,

Penatua kami, dulunya dari agama seberang, bertobat sekitar tahun 1985, ketika dijumpai secara supranatural oleh Tuhan Yesus sendiri.

Tidak lama sesudah pertobatan beliau, Roh Kudus berbicara agar penatua kami ini memberitakan injil kepada pelacur, dan ketika perintah itu dituruti dengan patuh, Roh Kudus menyertai dengan luarbiasa; pelacur itu langsung bertobat, dan bukan itu saja, pasangan germo dan puluhan lelaki hidung belang juga bertobat dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi. Tetapi masih ada lagi “bonus” lainnya,… ayah sang pelacur – yang lumpuh sejak lama – juga disembuhkan Tuhan Yesus hari itu juga dan akhirnya, keluarga pelacur dan tetangganya juga bertobat, menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat Pribadi. Berikut sepenggal kisahnya.

Seorang pemuda, sebut saja Hendro, (bukan nama sebenarnya) begitu terikat dengan seorang pelacur muda di sebuah kota di Jawa Tengah. Hal ini tentu saja sangat memprihatinkan orang tua Hendro. Ibu Dorcas, waktu itu belum lama bertobat, merasakan dorongan luarbiasa dari Roh Kudus untuk mendoakan pemuda ini. Roh Kudus memberitahu ibu Dorcas bahwa pemuda ini menyimpan pakaian dalam si pelacur muda, dan juga sebaliknya, sang pelacur juga menyimpan pakaian dalam pemuda itu. Lalu ibu Penatua memberitahu si Hendro bahwa ia telah menyimpan pakaian dalam sang pelacur itu dan supaya ia segera mengembalikannya karena hal itulah yang telah mengikat dia dengan si pelacur.

Tentu saja Hendro terperanjat dan bertanya: “Bagaimana ibu bisa tahu ? “

“Nanti kamu akan tahu siapa yang memberitahu saya soal itu” jawab Penatua kami.

Lalu mereka meluncur menuju kompleks pelacuran sebagaimana disebutkan Hendro. Namun tempat itu sudah dibersihkan aparat, sudah digusur, dan Hendro tak tahu harus mencari pelacur itu dimana. Tetapi Roh Kudus berbicara, menunjukkan kearah mana mereka dapat menemukan wanita itu.

Penatua :”Kita ikuti saja petunjuk Roh Kudus”.

Dengan patuh mereka mengikuti intruksi Roh Kudus; Dia yang memberitahu “ke kanan,… ke kiri,… lurus,… dst.”

Setelah cukup lama mereka berjalan, Hendro tak kuat untuk menahan diri bertanya: “ Ibu, kalau hanya ke kanan, kiri, lurus, kanan, kiri, lurus,… trus kapan sampainya?”

Penatua:”Tenang, kita ikuti saja kata Roh Kudus”. Dan mereka terus saja berjalan sesuai kata Roh Kudus.

Akhirnya sampailah juga mereka ke suatu tempat, dan Roh Kudus berbicara :”STOP, kita sudah sampai,…” tetapi tidak terdapat tanda-tanda bahwa itu merupakan kompleks pelacuran. Lalu bertanyalah mereka kepada seorang bapak, dan bertanya apakah di situ ada seorang wanita pelacur bernama Minarni (bukan nama sebenarnya).

“Ya, ada “ jawab si bapak, lalu suaranya dilirihkan “Tapi jangan ngomong siapa-siapa ya? Ini tempat yang baru,…”

Mereka masuk ke sebuah rumah dan bertemu dengan Minarni.

Ternyata Minarni masih muda dan cukup manis. Dia menemui mereka, dan ketika bersalaman dengan penatua kami (penatua kami adalah wanita juga), Minarni berkaca-kaca, ingin menangis. Di sekitar itu berkumpul bapak-bapak, kira-kira 20 orang lelaki, rupanya mereka pelanggan atau calon pelanggan Minarni.

“Tuhan Yesus menyuruh saya menemui kamu, Dia mengasihimu dan ingin menolongmu” kira2 begitu kata Penatua kami.

Sontak Minarni menangis di pangkuan ibu Penatua. Roh Kudus menyingkapkan banyak hal tentang Minarni, dan soal hubungan gelapnya dengan Hendro. Minarni sebenarnya masih punya suami, tetapi suaminya menelantarkan dia; wanita ini terpaksa melakukan itu semua, melayani lelaki-lelaki hidung belang, untuk memenuhi hidup keluarganya yang tinggal di kaki gunung Merapi.

“Tuhan Yesus ingin,… supaya kamu bertobat dan berhenti dari pekerjaan kotor ini, dan kamu tidak usah khawatir soal kebutuhan keluargamu, sebab Tuhan Yesus akan memberikan jalan keluar atas masalah keluargamu, asalkan kamu mau bertobat kepada Tuhan Yesus.” Kata Penatua “Tetapi kalau kamu tidak bertobat, kamu pasti akan masuk neraka; semua dosa-dosa kamu akan membawa kamu masuk neraka, kalu tidak mau bertobat. Hanya Tuhan Yesus yang sanggup menebus dosamu.”

Dengan banyak nasihat, akhirnya saat itu juga Minarni bertobat dan menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat. Lalu pasangan germo, induk semang Minarni, dengan menangis, mereka juga bertobat. Saat itulah, ibu Penatua mengadakan KKR kecil, tanpa publikasi. Pasangan germo itu bertobat juga dan menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat, diikuti ke-20 an lelaki hidung belang yang sambil tertunduk malu mengakui dosa-dosa mereka.

“Minarni, kami akan mengembalikan pakaian dalam kamu yang di bawa Hendro, dan kami juga akan mengambil pakaian dalam Hendro yang kamu bawa” kata Penatua.

“Wah, tidak mungkin bu, pakaian itu saya simpan di rumah orang tua saya, di kaki gunung Merapi. Dari sini cukup jauh dan jalannya sulit.”

“Tidak apa-apa. Saya tetap akan mengambilnya. Ayo antar saya ke sana”.

Lalu mereka berpamitan kepada orang2 di kompleks itu, dan meluncur ke kaki gunung Merapi.

Perjalanan itu cukup menguras tenaga, apalagi saat itu ibu Penatua mengenakan sepatu dengan tumit tinggi, high hill… Akhirnya sampai juga mereka ke rumah orangtua Minarni. Begitu masuk kampung itu, banyak anak kecil bertelanjang dada dan sebagian lagi telanjang bulat, maklum daerah sangat terpencil sekitar tahun 1980-an, mereka menyambut rombongan itu dengan teriakan: “Hai, ada orang kota,… ada orang kota.” Walau agak risih, namun Penatua teringat, bahwa dahulu pun Yesus pernah disambut orang2 yang membawa pelepah palem dengan berteriak:”Hosana, hosana,…”

Waktu itu musim lebaran, sekitar hari kedua. Rombongan itu memasuki rumah orang tua Minarni diikuti anak-anak kecil dan banyak orang. Rumah itu sangat sederhana, dengan lantai tanah liat. Di sebuah sudut ruangan, tergolek seorang lelaki tua – ayah Minarni – yang sudah lama lumpuh.

“Ibu, … sudah banyak dukun, menteri (maksudnya “Mantri” , petugas kesehatan) yang mencoba mengobati ayah Minarni, namun semuanya gagal” kata seseorang.

Saat itu ibu Penatua belum banyak pengalaman mendoakan orang sakit. Beliau menumpangkan tangan ke kaki si bapak yang lumpuh itu, yang terasa dingin, dan mengucapkan : “Bilur-bilur Yesus menyebuhkan bapak. Bilur-bilur Yesus menyembuhkan bapak,… “

Perlahan kaki-kaki itu mulai hangat, mulai bergerak, kaki kanan, kaki kiri, mulai bergerak. Mulai bisa menggerakkan lutut dan tungkai kaki. Lalu bapak itu bisa duduk. Lalu kakinya diturunkan sendiri ke lantai, lalu berusaha berdiri, dan berdirilah ia,… lalu berjalan, berjalan dan berjalan.

Tentu saja rungan itu menjadi riuh:” Alhamdulilah, pak Abdul sudah sembuh, sudah bisa jalan, alhamdulilaaahhh” teriak mereka sambil menangis.

“Bapak-bapak, ibu-ibu, tahu tidak, siapa yang menyembuhkan pak Abdul ini? Tuhan Yesus” kata ibu Penatua.

“Siapa Tuhan Yesus?” kata mereka.

“Tuhan Yesus itu Isa bin Maryam.” Jawab ibu Penatua.

Kembali ibu Penatua mengadakan KKR kecil, dan oleh pekerjaan Roh Kudus yang luarbiasa, bahkan anak-anak kecil sambil menangis, mereka mengikuti tuntunan doa, mengundang dan menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat pribadi mereka. Haleluya !!!

Oleh kebaikan Tuhan Yesus, ibu Penatua – di lain hari – menemukan kawan sekerja yang biasa menginjil di lereng Merapi, dan menyerahkan petobat-petobat baru tersebut dalam penggembalaannya.

Sekian bulan sesudahnya, Minarni mengirim pesan singkat kepada ibu penatua; ia sudah diceraikan suaminya – jadi statusnya tidak lagi mengambang – dan Tuhan Yesus mempertemukan Minarni dengan seorang ABRI yang masih muda – Kristen – lalu mereka menikah.

Betapa luarbiasanya penyertaan Tuhan, ketika ita mau taat mengikuti yang dikatakan Roh Kudus kepada para jemaat.

Tuhan Yesus memberkati.